ACARA
II
KADAR
LENGAS TANAH
I. TUJUAN
1. Agar
mahasiswa dapat membandingkan masing-masing metode penentuan kadar lengas pada
berbagai contoh tanah.
2. Agar
mahasiswa dapat memperkirakan keuntung dan kerugian masing-masing metode
penentuan kadar lengas.
3. Agar
mahasiswa dapat membandingkan kadar lengas tanah masing-masing contoh tanah
pada setiap metode penentuan kadar lengas.
4. Agar
mahasiswa dapat menjelaskan factor-faktor yang menjadi penyebab perbedaan nilai
kadar lengas tanah pada masing-masing contoh tanah.
5. Agar
mahasiswa dapat mengetahui manfaat yang dapat diperoleh dengan mengetahui kadar
lengas tanah.
II. DASAR
TEORI
Lengas tanah adalah air yang terdapat dalam
tanah yang terikat oIeh berbagai kakas (matrik,osmosis, dan kapiler). Kakas ini
meningkat sejalan dengan peningkatan permukaan jenis zarah dan kerapatan muatan
elektrostatik zarah tanah. Tegangan lengas tanah juga menentukan beberapa
banyak air yang dapat diserap tumbuhan. Bagian Iengas tanah yang tumbuhan mampu
menyerap dinamakan air ketersediaan (Notohadiprabowo,2006).
Apabila kandungan lengas terus berkurang sehingga tidak mampu mengimbangi
kehilangan air akibat evapotranspirasi maka tanah dikatakan dalam keadaan titik
layu tetap(permanent wilting point).Beberapa faktor yang memepengaruhi kandungan lengas dalam tanah antara lain
anasir iklim,kandungan bahan organik, fraksi lempung tanah, topografi, dan
adanya bahan penutup tanah baik organik maupun anorganik (Walker and Paul,
2002).
Jumlah air tanah yang
bermanfaat untuk tanaman mempunyai batas-batas tertentu. Seperti pada
kekurangan air, kelebihan air dapat merupakan kesukaran. Air yang kelebihan itu
tidaklah beracun, akan tetapi kekurangan udara pada tanah-tanah yang
tergenanglah yang menyebabkan kerusakan. Tanaman dapat ditanam dengan
memasukkan dalam larutan air bila aerasi diberikan dengan baik (Kelly, 2002).
Dalam kaitanya dengan
daya penyimpanan air, tanah pasiran mempunyai daya pengikat terhadap lengas
tanah yang relative rendah karena permukaan kontak antara tanah pasiran ini
didominasi oleh pori-pori mikro satu. Oleh karena itu, air yang jatuh ketanah
pasiran akan segera mengalami perkolasi dan air kapiler akan mudah lepas karena
evaporasi (Mukhid, 2010).
III. ALAT DAN BAHAN
1. Contoh tanah
grumusol,regosol,medirean,rendzina
2. Mortar
3. Aquades
4. Cupu
5. Oven
6. Timbangan analitik
IV. CARA KERJA
1. Memperkirakan tingkat
kebasahan tanah.
Perkiraan ini didasarkan atas tanda kebasahan
yang tampak dan konsistensi tanah
|
Tingkat kebasahan
|
Tanda-tanda
|
|
·
Basah
·
Lembab
·
Kering
|
·
Pada permukaan zarah-zarah dan gumpal-gumpalan tanah tampak
selaput air. Tanah mengeluarkan air pada waktu diremas atau diinjak. Setara
dengan tegangan lengas 0,01 bar atau kurang (kondisi kapasitas lapangan)
·
Tanah berada diantara keadaan besah dan kering satara dengan
tegangan lengas yang kurang dari 15 bar, akan tetapi tidak kurang daripada
0,01 bar.
·
Setara dengan tegangan lengas 15 bar atau lebih (titik layu
permanen). Tanda-tandanya tergantung pada tekstur, bila :
- Pasiran : Bahan
galian bersifat galir (loose) dan
kersai, kalau ditetesi air warna jelas bertambah gelap
- Debuan : Bahan
galian bersifat rapuh dan mendebu kalau diremas,kalau ditetesi air warnanya
akan bertmbah gelap
- Lempungan :
konsistensi teguh sampai keras,tidak dapat atau sulit diremas,tanah meretak.
|
a. Mengambil
contoh tanah kering angin secukupnya,contoh tanah yang telah diberi sedikit air
dan contoh tanah yang telah diberi air sampai kapasitas lapangan.
b. Mengamati
warna dan bentuk butiran.
c. Meremas
diantara ibu jari dan telunjuk kemudian amati kelengasanya,kelihatan,keteguhan
dan kekerasannya.
d. Membandingkan
hasilnya untuk setiap kenampakan kelengasan dari masing-masing contoh yanah
denhan tabel diatas
2. Cara
pengovenan
a. Menimbang
cupu
b. Memasukan
contoh tanah kedalam penimbang sampai kira-kira ¼ sampai ½
c. Menimbang
cupu berisi tanah
d. Memasukan
cupu berisi tanah kedlaam oven yang telah diatur panasnya setinggi 105-110
derajay celcius selama 4 jam
e. Mendinginkan
contoh tanah didalam cupu dalam keadaan tertutp rapat kedalam eksikator
f. Menimbang
contoh tanah didalam cupu dengan timbangan yang sama
g. Kadar
lengas (%) : (beratbasah : berat tanah ) x 100%
V. DATA
PENGAMATAN
|
a. Tingkat Kebasahan
Tanah
|
||
|
Jenis Tanah
|
Tingkat Kebasahan
|
Tanda-tanda
|
|
Regosol
|
Kering
|
halus, berdebu, tidak teguh
|
|
|
Lembab
|
warnanya sangat
mencolok, kasar, tidak teguh/lepas-lepas
|
|
|
Basah
|
warnanya sangat
mencolok, tidak teguh, halus, lepas-lepas
|
|
Grumusol
|
Kering
|
teguh, kuat, lempung
|
|
|
Lembab
|
lengket, lempung,
teguh
|
|
|
Basah
|
coklat terang, lebih
lengket, tidak teguh, biasa
|
|
Mediteran
|
Kering
|
teguh, berdebu, halus
|
|
|
Lembab
|
warna lebih gelap,
bergumpal, lengket
|
|
|
Basah
|
warna terang, lebih
lengket
|
|
Rendzina
|
Kering
|
teguh, berdebu, halus,
tidak menggumpal
|
|
|
Lembab
|
perubahan warna
mencolok, lengket, lembut, teguh
|
|
|
Basah
|
agak lengket, halus,
perubahan warna mencolok, tidak teguh
|
|
b. Pengovenan
|
||||
|
Jenis Tanah
|
Berat Cupu (a g)
|
Cupu+Tanah Sebelum dikeringkan (b g)
|
Cupu+Tanah Sesudah dikeringkan (c g)
|
Kadar Lengas (%)
|
|
Regosol
|
7.5
|
48.2
|
46,8
|
3,56
|
|
Grumusol
|
7.4
|
27
|
25,4
|
8,89
|
|
Mediteran
|
7.3
|
30.8
|
42
|
10,75
|
|
Rendzina
|
7.6
|
45.7
|
29
|
8,29
|
Perhitungan
Grumusol
=
= 8,89%
Rendzina
=
= 10,75 %
Regosol
=
= 3,56%
Mediteran
=
= 8,29 %
VI.
PEMBAHASAN
Praktikum
ilmu tanah hutan acara II yaitu kadar lengas yang dilakukan dilap.silvikultur
intensif klebengan pada tanggal 28 April 2014. Praktikum kadar lengas
mengunakan 4 jenis tanah yaitu
grumusol,regosol,mediteran dan rendzina. Praktikum dilakukan dengan 2 cara
yaitu memperkiraan tingkat kebasahan tanah dan pengovenan tanah.
Lengas tanah adalah air yang mengisi sebagian dan
atau seluruh ruang pori tanah dan terabsorsi pada permukaan zarah tanah. Cara
pengamatan tingkat kebasahan dilakukan dengan pengamatan mengunakan mata dan
kedua jari tangan. Hasil pengamatan pada regosol untuk kering halus, berdebu, tidak
teguh. Kondid lembab adalah warnanya sangat mencolok, kasar, tidak
teguh/lepas-lepas. Pada kondisi basah warnanya sangat mencolok, tidak teguh,
halus, lepas-lepas. Pada tanah rendzina kondisi kering adalah teguh, berdebu,
halus, tidak menggumpal, kondisi lembab yaitu perubahan warna mencolok,
lengket, lembut, teguh dan pada kondisi basah adalah agak lengket, halus,
perubahan warna mencolok, tidak teguh. Pada tanah mediteran yang kondisi kering
yaitu teguh, berdebu, halus, kondisi lembab warna lebih gelap, bergumpal,
lengket dan pada kondisi basah yaitu warna terang, lebih lengket. Tanah
grumusol pada kondisi kering yaitu teguh, kuat, lempung, kondisi lembab yaitu
lengket, lempung, teguh dan kondisi basah yaitu coklat terang, lebih lengket,
tidak teguh, biasa. Pengamatan dari tingkat kebasahan ini kelebihannya kita
dapat mengetahui cirri-ciri tanah secara langsung dan lebih efisien.
Pengamatan dengan cara pengovenan, hal-hal yang
dilakukan adalah menimbang cupu (a), cupu+ tanah (b) dan cupu+tanah sudah
dioven (c). Selanjutnya cupu +tanah dioven selama 4 jam atau lebih selanjutnya
dihitung ((b-c): ((c-a)) x 100% maka hasil yang didapat yaitu tanah regosol
3,56%,tanah grumusol 8,89%,tanah rendzina 10,75% dan tanah mediteran 8,29%.
Pengamatan pada masing-masing contoh tanah berbeda
kadar lengasnya, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu
tekstur tanah, struktur tanah,bahan organic, jenis koloid,macam kation yang
diserap, pori-pori tanah,iklim dan fraksi penyususn tanah. Tekstur tanah kadar
lengas tanah, bertekstur halus lebih besar kadar lengasnya daripada tanah
bertekstur kasar. Bahan organic, kadar lengas
pada tanah bahan organic tinggi, lebih besar dari tanah berbahan organic rendah. Tanah
dengan pori-pori makro lebih banyak kadar lengasnya sehingga kurang mampu
menyimpan air sedangakan factor iklim mempengaruhi karena dalam daerah hujan
yang curah hujannya tinggi maka dapat dikatakan kadar airnya tinggi karena
cadangan air tersuply terus menerus. Sedangkan sifat yanah dipengaruhi oleh
palstitas kembang dan kerut tanah, konsistensi,kepadatan dan aerasi. Aerasi,
kadar lengas makin tinggi maka aerasi semakin jelek.
Manfaat dengan mengetahui kadar lengas adalah untuk
pengolahan lahan, engan mengetahui kadar lengas tanah maka kita dapat
menentukan baik tau buruk suatu tanah untuk diolah maka diperlukan cara yang
cocok. Penentuan kisaran tanamanan didalam tanah rekasi kimia dan fisika yang
terjadi selalu melibatkan air sebagai media pelarut . Pemupukan tanah yang
subur diperlukan pupuk samping, pengairan dan pengolahn sehingga dengan
mengetahu kadar lengas tanah maka kita dapat menentukan jenis pupuk apa ang
cocok digunakan.
VI.
KESIMPULAN
Hasil
praktikum ilmu tanah hutan acara II
yaitu Kadar Lengas adalah sebagai berikut :
1. Metode
penentuan kadar lengas dengan 2 cara yaitu cara perkiraan tingkat kebasahan
dengan menetaskan air dan dilihat reaksi dan permukaan tanah. Cara pengovenan
dengan membandingkan berat tanah sebelum dan sesudah dioven.
2. Metode
perkiraan tingkat kebasahan memiliki keuntungan cepat dan efisien kelemahannya
hasil yang diperoleh subyektif metode pengovenan kelebihannya hasil yang
didapat lebih obyektif dan kelemahannya memerlukan waktu yang lama.
3. Kadar
lengas tanah berdasarkan praktikum yang dilakukan yaitu Regosol 3,56%, grumusol
8,89%,rendzina 10,75% dan mediteran 8,29%.
4. Faktor
yang menyebabkan perbedaan nilai kadar lengas tanah adalah tekstur tanah,struktur
tanah, bahan organic, jenis koloid,macam kation yang diserap, fraksi penyususn
pori-pori dan iklim.
5. Manfaat
mengetahui kadar lengas adalah agar kita mengetahui langkah apa yang akan diterapkan dalam pengolahan tanah agar hasil
maksimal
VII.
DAFTAR PUSTAKA
Kelly,J.F.2002.Hoticultural Crops As Source Of Protein And
Amino Acid.Hartsci.17 :11-13
Mukhid,S.2010.Pengaruh
Pemberian Lapisan Lempengan Terhadap Peningkatan Lengas Tanah Pada Lahan Pasir.Info Pustaka Jurnal Sains
Dan Teknologi. Diakses pada tanggal 30 April 2014
Nototadiprawiro,T.2006. Pembudayaan Pengolahan tanah untuk proteksi
lingkungan jurnal ilmiah STILL 4 :11-16
Walker and paul.2002. Soil properties and behavior Elsevier.Amsterdam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesanmu akan membuka jendela hidupku